Batam Dalam Angka
Index :
Di dalam Garis-garis Besar Haluan Negara dinyatakan bahwa jumlah penduduk yang besar baru menjadi modal dasar yang efektif bagi pembangunan Nasional hanya bila penduduk yang besar tersebut berkualitas baik. Namun dengan pertumbuhan penduduk yang pesat sulit untuk meningkatkan mutu kehidupan dan kesejahteraan secara layak dan merata. Program kependudukan di Kota Batam seperti halnya di daerah Indonesia lainnya meliputi, pengendalian kelahiran, penurunan tingkat kematian bayi dan anak, perpanjangan usia harapan hidup, penyebaran penduduk yang seimbang serta pengembangan potensi penduduk sebagai modal pembangunan yang terus ditingkatkan. Sejak Pulau Batam dan beberapa pulau disekitarnya dikembangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia manjadi daerah Industri, Perdagangan, Alih kapal dan Pariwisata serta dengan terbentuknya Kotamadya Batam tanggal 24 Desember 1983, laju pertumbuhan penduduk terus mengalami peningkatan dimana dari hasil sensus penduduk rata-rata per tahunnya selama periode 1990-2000 laju pertumbuhan penduduk Batam rata-rata sebesar 12,87 persen. Namun sejak pelaksanaan Perda Kota Batam Nomor 2 Tahun 2001, laju pertumbuhan penduduk Kota Batam dari tahun 2001-2006 rata-rata sebesar 6,36 persen. Penduduk Kota Batam berdasarkan tahun 2006 tercatat sebesar 713.960 jiwa terdiri atas 347,575 jiwa laki-laki dan 366,385 jiwa perempuan dengan sex ratio 94.87. Penduduk Kota Batam sampai dengan Agustus 2007 berjumlah 727,878 jiwa terdiri atas 354,609 jiwa laki-laki dan 373,269 jiwa perempuan. Dari jumlah penduduk tersebut tersebar di dua belas kecamatan dan 64 kelurahan. Hanya penyebarannya tidak merata sehingga mengakibatkan kepadatan penduduk per Km2 di daerah ini bervariasi.
DATA PENDUDUK BATAM |
|||
Kecamatan |
Penduduk |
Laki-Laki |
Perempuan |
Tingginya mobilitas pendatang dan
pertumbuhan penduduk telah berdampak
kepada permasalahan sosial dan
kerusakan lingkungan di Kota Batam Kota
Batam. Hal tersebut terlihat dari
menjamurnya rumah bermasalah dan kios -
kios yang tidak sesuai dengan peruntukan
lahan sebagaimana diamanatkan Perda
Nomor 2 Tahun 2004 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kota Batam Tahun 2004 -
2014.
Penyediaan perumahan murah yang
layak dalam bentuk rumah susun
merupakan salah satu upaya mengatasi
kebutuhan rumah bagi masyarakat terutama
yang merupakan Tenaga Kerja. Prakiraan
kebutuhan rumah susun tersebut untuk
mengatasi permasalahan perumahan bagi
tenaga kerja adalah 589 blok untuk
menampung lebih kurang 150.784 tenaga
kerja.
Rumah susun yang tersedia di Kota
Batam sampai dengan tahun 2006
sebanyak 27 (dua puluh tujuh) unit twin blok
terdiri dari 1.956 unit yang mampu
menampung 8.080 orang pekerja.
Pembangunan rumah susun tersebut
dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Otorita
Batam, Perumnas, Jamsostek serta
Pemerintah Kota Batam.
Pada tahun 2006 dibangun 1 unit
rumah susun yang berasal dari dana APBN,
dan pada tahun 2007 dibangun sebanyak 1
unit dari dana APBD Kota Batam. Hal ini
mencapai 15.00% dari target RPJMD Kota
Batam Tahun 2006 - 2011 sebanyak 20
Twin Blok.
Pendidikan merupakan sarana untuk mencerdaskan bangsa, oleh sebab itu berhasil atau tidaknya pembangunan suatu bangsa banyak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan penduduknya. Semakin maju pendidikan berarti akan membawa pengaruh yang positip bagi masa depan berbagai bidang kehidupan. Untuk melihat gambaran secara umum perkembangan pendidikan di Kota Batam disajikan tabel-tabel dalam sub sektor pendidikan yaitu data pendidikan TK, SD, SLTP serta SLTA dan setingkat, baik yang dikelola oleh Dinas Diknas Kota Batam maupun diluar lingkungan Dinas Diknas, serta data Akademi/Perguruan Tinggi swasta.
Mengenai banyaknya sekolah, murid, guru dan kelas semua tingkatan sekolah dalam lingkungan Dinas Diknas Kota Batam tidak banyak mengalami perubahan. Demikian juga banyaknya sekolah, murid, guru dan kelas sekolah yang dikelola diluar lingkungan Dinas Pendidikan Kota Batam juga tidak banyak mengalami perubahan.
Pembangunan bidang kesehatan bertujuan agar semua lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, merata dan murah. Dengan tujuan tersebut diharapkan akan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang baik, pada gilirannya memperoleh kehidupan yang sehat dan produktif.
Gambar Figure 4.2
Banyaknya Tenaga Kesehatan di Batam, 2006

Tempat ibadah yang dibangun oleh pemerintah maupun masyarakat adalah sebagai wadah dalam mengarahkan kehidupan beragama untuk beramal dan kepentingan bersama. Data yang dikumpulkan dari Kantor Departemen Agama menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun tempat peribadatan terus bertambah. Bila pada tahun 1985 di Kota Batam terdapat 132 buah tempat peribadatan maka pada tahun 2000 menjadi 364 buah dan tahun 2006 terjadi peningkatan jumlah tempat peribadatan menjadi 946 buah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tampilan gambar 4.3.
Gambar 4.3
Perkembangan Jumlah Tempat Peribadatan 1999-2006




