Warning: pg_connect() [function.pg-connect]: Unable to connect to PostgreSQL server: could not connect to server: Connection refused Is the server running on host "localhost" and accepting TCP/IP connections on port 5432? in /var/www/html/batamkota/koneksi.php on line 3

Warning: pg_connect() [function.pg-connect]: Unable to connect to PostgreSQL server: could not translate host name "data.batamkota.go.id" to address: Name or service not known in /var/www/html/batamkota/koneksi.php on line 6

Warning: pg_connect() [function.pg-connect]: Unable to connect to PostgreSQL server: could not connect to server: No route to host Is the server running on host "114.31.246.203" and accepting TCP/IP connections on port 5432? in /var/www/html/batamkota/koneksi.php on line 9

Warning: pg_connect() [function.pg-connect]: Unable to connect to PostgreSQL server: could not connect to server: Connection refused Is the server running on host "localhost" and accepting TCP/IP connections on port 5432? in /var/www/html/batamkota/koneksi.php on line 3

Warning: pg_connect() [function.pg-connect]: Unable to connect to PostgreSQL server: could not translate host name "data.batamkota.go.id" to address: Name or service not known in /var/www/html/batamkota/koneksi.php on line 6

Warning: pg_connect() [function.pg-connect]: Unable to connect to PostgreSQL server: could not connect to server: No route to host Is the server running on host "114.31.246.203" and accepting TCP/IP connections on port 5432? in /var/www/html/batamkota/koneksi.php on line 9

Warning: pg_query() [function.pg-query]: No PostgreSQL link opened yet in /var/www/html/batamkota/pemerintahan_menu.inc.php on line 13

Warning: pg_fetch_array() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /var/www/html/batamkota/pemerintahan_menu.inc.php on line 15

 

Pemerintah Kota Batam


Dalam memandang masa depan Batam, tidak sejogyanya menyamaratakan Batam dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Potensi dan peluang-peluang yang ada tidak dapat dimanfaatkan jika dikelola hanya dengan pendekatan tradisional seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia. Para stakeholder di Batam dituntut agar mempunyai wawasan dan visi yang mampu membawa Batam ke masa depan dengan wacana Internasional.Atau dengan kata lain, tidak dapat dengan kebiasaan dan cara piker yang hanya bersifat kedalam (inward looking). Dalam kancah persaingan internasional, tentunya cara berfikir dan wawasan kita minimal harus sebanding dengan masyarakat internasional.Selain itu pendirian kawasan industri yang berstandar internasional yang secara tepat didisain untuk mengakomodasi “clustery/ kelompok” industri pada suatu tempat berdasarkan keterkaitan dan efisiensi yang lebih besar. Alternatif clustery yang potensial dikembangkan adalah berdasarkan negara, misalnya kawasan industri Jepang, atau berdasarkan jenis industri yang saling terkait misalnya kawasan industri barang elektronik, dimana berkumpul industri IC, PCB, industri plastik, industri packaging dan industri-industri komponen yang terkait lainnya.
Pendirian pusat promosi ekspor dan investasi se-Sumatera di Batam akan menjadikan Batam sebagai pintu gerbang promosi produk-produk dan investasi se-Sumatera. Pusat ini dapat juga berfungsi sekaligus sebagai pusat perdagangan komoditi.Selanjutnya sesuai kebijaksanaan nasional dibidang telematika adalah menjadikan Batam sebagai “Batam Intelligent Island”, dimana Batam dikembangkan sebagai kawasan percontohan untuk kegiatan yang berbasis Information Technology (IT), sehingga segala aktifitas dapat dikembangkan melalui komunikasi elektronik (e). Hal ini dapat dilakukan secara bertahap sehingga pada waktunya Batam dapat meningkatkan keunggulan kompetitifnya terhadap kawasan-kawasan serupa di masa depan. Perkembangan yang direncanakan antara lain :

- Meningkatkan pelayanan publik melalui IT atau yang dikenal e-Government
- Membangun IT training center
- Membangun aplikasi elektronik diberbagai bidang seperti e-Commerce, e-Tourism dan lainnya secara terintegrasi.